BREAKING NEWS

Dunia

Bisnis

Politik

Sport

Tekno

Travel

Tokoh

Indo

Peristiwa

Foto

Selebriti

Beauty

Sunday, April 24, 2016

Manfaatkan Potensi Lokal, PKBM Tiara Dezzy Berantas Buta Aksara



SPEKTANEWS (Samarinda) Buta aksara telah menjadi persoalan di hampir semua negara di dunia, khususnya negara berkembang yang erat kaitannya dengan kondisi kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan, dan ketidakberdayaan masyarakatnya.

Buta aksara juga menjadi masalah yang seakan tidak pernah selesai di negara kita. Upaya pemberantasan buta aksara seringkali masih terganjal oleh rendahnya komitmen pemerintah untuk memasukkan pembiayaan program keaksaraan tersebut sebagai prioritas.

Sekitar 25.000 orang atau sebanyak 1,25 persen warga Kalimantan Timur berusia 15 tahun keatas masih buta aksara, sehingga pemerintah terus berupaya meminimalisir walaupun angka itu masih dibawa rata-rata nasional yang mencapai 3,86 persen.

Diibaratkan, buta aksara ini tak ubahnya penyakit kronis yang sulit untuk disembuhkan. Berbagai upaya, terapi dan juga trik jitu dilakukan agar penyakit kronis ini dapat disembuhkan. Namun memberantas buta aksara ini tentu bukanlah hal yang mudah, apalagi jika sasaran warga buta aksara adalah masyarakat yang telah berusia diatas 40 tahun.

Sejatinya upaya pemberantasan buta aksara di Indonesia memang telah dilakukan secara terus-menerus sejak tahun 1997 meski pada kenyataannya gerakan tersebut bahkan sudah dimulai sejak 50 tahun lalu.

Beberapa persoalan yang mendorong tingginya jumlah penduduk buta aksara antara lain disebabkan adanya penduduk yang sejak awal memang tidak sekolah karena berbagai alasan seperti keadaan ekonomi keluarga dan kondisi geografis tempat tinggal mereka.

Gali Potensi Lokal PKBM Tiara Dezzy Gunakan Model Pembelajaran Sambil Berwirausaha

Ingin warga masyarakat sekitar “Melek Aksara”. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tiara Dezzy, ikut andil besar dalam mensukseskan Gerakan Pemberantasan Buta Aksara. PKBM Tiara Dezzy menggunakan trik jitu yaitu memanfaatkan potensi lokal disekitar Samarinda untuk dijadikan media pembelajaran keaksaraan dasar dan keaksaraan Fungsional.

Hal ini tentu saja sangat menarik, Mengajari para orang tua buta aksara untuk mau ikut diajak belajar membaca adalah perkara yang tidak mudah. Rasa enggan, malas, malu dan merasa bahwa belajar membaca adalah bukan sesuatu yang penting, yang pada akhirnya membuat PKBM Tiara Dezzy harus lebih jeli menggunakan berbagai trik jitu menarik warga buta aksara untuk mau dibina di PKBM termasuk dengan menggali potensi lokal.

Potensi Lokal seringkali kita abaikan dalam kehidupan keseharian kita. Terkadang, potensi lokal malah secara tidak sadar kita biarkan menjadi limbah yang terbuang sia-sia dan berakhir di tempat sampah.

Sebagai contoh sederhana, disekitar PKBM Tiara Dezzy banyak sekali limbah batok kelapa. Jika dibiarkan, limbah batok kelapa hanya akan berakhir di tong-tong sampah. Namun, kreatifitas dari PKBM Tiara Dezzy mampu mengubah limbah batok kelapa tadi menajadi berbagai barang bernilai jual seperti tas batok kelapa, taplak meja, hiasan dinding bahkan sebagai inovatif untuk media pembelajaran Keaksaraan Dasar.

Sebagai media pembelajaran keaksaraan, limbah batok kelapa dibuat menjadi produk unik bernama “Kalender Seumur Hidup”. Jadi, warga belajar diajarkan membaca dan mengenal calistung sambil membuat kerajinan handicraft dari bahan limbah batok kelapa ini. Warga belajar keaksaraan digiring untuk semangat belajar dengan teknik sambil berwirausaha memanfaatkan potensi lokal untuk dibuat menjadi bahan kerajinan yang bernilai jual tinggi.

Hasil dari kerajinan batok kelapa ini juga dipasarkan ke berbagai tempat seperti UKM Centre, Giant Supermarket, berbagai toko dan butik di mal-mal. Sehingga diharapkan keuntungan dari hasil berwirausaha ini bisa dapat meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dengan metode ini, diharapkan kedepannya warga masyarakat bebas dari buta aksara, mempunyai skill yang berguna, sekaligus dapat menciptakan kemandirian yang jauh lebih bermanfaat.




Author : Dra. Hj. Siti Jumariyah











Wednesday, May 06, 2015

Bus APTB Tak Lagi Diperbolehkan Masuk Jalur Busway



SPEKTANEWS (Jakarta) Dishub (Dinas Perhubungan) DKI Jakarta secara resmi melarang bus APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway) mengakses jalur TransJakarta atau busway. Larangan tersebut disebabkan belum adanya kesepakatan antara Dishubtrans dengan operator APTB.

Kepala Bidang Angkutan Darat Dishubtrans DKI Jakarta, Emmanuel Kristanto sudah memberikan dua opsi kepada operator yakni pemberian izin mengakses jalur busway dengan sistem rupiah per kilo meter. Sementara pilihan kedua adalah APTB hanya dapat beroperasi di ujung-ujung perbatasan.

"Mereka secara resmi memilih opsi kedua dan beroperasi sampai perbatasan saja. Itu berdasarkan kesepakatan terakhir," kata Emmanuel, Selasa (5/5).

Emmanuel juga mengungkapkan alasan operator tidak setuju sistem Rupiah per km karena akan merugikan pihak operator. Untuk mengtasi masalah ini pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan operator membahas persiapan penerapan sistem rupiah perkilometer. Selain itu, pertemuan itu juga membahas jalur-jalur APTB di perbatasan.


"Minggu ini rapat. kita sudah sepakat hanya sampai pinggir. Jangan sampai membuat macet di pinggir. Minggu ini akan kita bahas ditail jalurnya akan seperti apa. kita lagi survei," katanya.





Divonis Bersalah, Salman Khan Bakal Meringkuk Di Penjara 10 Tahun


SPEKTANEWS (India) Hakim D.W. Deshpande di Pengadilan Mumbai, India memutuskan bahwa aktor papan atas Bollywood Salman Khan telah bersalah atas kasus tabrak lari hingga menyebabkan seorang tunawisma tewas. Atas kasusnya tersebut Salman akan dikenakan hukuman maksimal 10 tahun kurangan penjara.

Putusan Hakim tersebut tentu saja membuat sejumlah produser film yang berencana akan memproduksi film-film Salman menjadi ketar-ketir. Kemungkinan besar sejumlah film yang akan dibintangi  aktor yang berciri khas gelang di tangannya itu gagal total.

Sebelumnya pada 2002 lalu, Salman diketahui menabrak sekelompok tunawisma yang sedang berada di trotoar sebuah jalan di Mumbai, India. Saat peristiwa itu terjadi para tunawisma tersebut sedang terlelap tidur. Lalu tiba-tiba mobil yang dikendarai Salman merangsek ke arah mereka dan menabraknya.

Insiden tersebut menyebabkan salah seorang tunawisma meninggal, sementara empat lainnya mengalami luka-luka.

D.W. Deshpande menyatakan Salman terbukti bersalah karena telah mengemudi di bawah pengaruh alkohol hingga kehilangan kendali mobilnya. Meski sempat dibantah Salman bahwa dirinya yang berada dibalik kemudi namun beberapa saksi mata membantah klaim Salman tersebut.



Caci Warga Miskin, Tommy Soeharto Sebut 'Bacot' Ahok Mirip Penjajah


SPEKTANEWS (Jakarta) Gerah atas aksi dan sikap arogan Basuki Tjahaja Purnama  alias Ahok bukan hanya dialami sebagian besar para tokoh dan umat Muslim ibukota atau bahkan Indonesia. Hutomo Mandala Putra atau yang akrab disapa Tommy Soeharto pun tak bisa menyembunyikan rasa gerahnya terhadap mantan Bupati bangka Belitung tersebut.

Melalui akun twitternya, @HutomoMP-9, pemilik perusahaan Humpuus Group ini merasa trenyuh dan prihatin dengan rakyat Indonesia yang sudah susah dan tak memiliki ekonomi cukup tapi malah dihujani caci dan makian oleh Ahok.

Menurut Tommy, cacian dan makian Ahok yang ditujukan kepada warga RI tak berbeda dengan para penjajah yang memang memperlakukan rakyat Indonesia demikian.

“Sstatement pemimpin DKI yang mengatakan rakyat miskin liar, rakyat miskin nyolong listrik, itu kata-kata yang seharusnya keluar dari mulut penjajah,” twit Tommy, Selasa malam (5/4).

Sebelumnya, cacian Ahok itu memang sengaja ditujukan untuk warga ibukota yang tidak mampu. Ahok telah menuduh warga miskin ibukota  melakukan pencurian listrik milik PLN (Perusahaan Listrik Negara).




Syi'ah Hezbollah Siapkan Serang Kelompok Sunni Suriah



SPEKTANEWS (Lebanon) Sekutu rezim Bashar Al-Assad, Syi’ah Hezbollah, mengklaim akan melakukan upaya penyerangan kepada kelompok Sunni, Jabhah An-Nusrah di wilayah Suriah.

Pernyataan perang sekterian ini dilontarkan pemimpin tertinggi Hezbollah, Hasan Nasrullah di sebuah stasiun televisi Lebanon baru-baru ini.

Dalam pernyataannya Hasan mengatakan, bahwa serangan Hezbollah kepada kelompok Sunni tersebut bertujuan untuk melindungi daerah perbatasan dari ancaman kelompok Sunni Jabhah An-Nusrah. Pemerintah resmi Lebanon sendiri, seperti diklaim Hasan tidak akan mampu melindungi perbatasan.

“Pemerintah Lebanon tidak mampu menangani masalah ini sehingga kami akan melakukan penanganan yang sepatutnya dan memikul tanggung jawab berikut konsekuensinya atas serangannya tersebut,” ujar Hasan.

Meski menyatakan serangan tengah dalam persiapan, Namun Hasan menolak menyebut kapan operasi serangan kepada Jabhah Nusrah akan dilancarkan.

“Jika kami memulainya kami tidak akan mengeluarkan pernyataan. Nanti ketika kami mulai, operasi itu akan berbicara dengan sendirinya.”




Mike 'Abdul Aziz' Tyson Ungkap Mayweather Penakut dan Fitnah Dirinya


SPEKTANEWS (AS) Petinju Mike Tyson menyebut Floyd Mayweather Jr  sebagai sosok yang pengecut. Petinju senior yang telah berganti nama menjadi Mike Abdul Aziz itu juga mengatakan jika Mayweather pernah memfitnahnya dengan laporan tindak perkosaan terhadap seorang wanita.

Tyson mengatakan apa yang dilakukan Mayweather pada 2001 lalu itu telah ia ungkap dalam bukunya, √úndisputed Truth.  Mayweather telah memanipulasi laporan ke polisi dengan memperalat seorang wanita yang melaporkan dirinya melakukan tindak penculikan dan perkosaan pada wanita tersebut.

Akibat laporan tersebut, Tyson mengaku rumahnya didtangi polisi yang mengobrak-abrik barang-barang di rumahnya.

"Mereka membongkar dan memeriksa rumah saya.  Setiap kamar, kotak dan kertas." Ujar Tyson.

Tyson menyebut Mayweather  adalah seorang yang pengecut dan penuh khayal.  Ia juga menyerang ungkapan Mayweather yang merasa dirinya setidaknya sama besar dengan legenda tinju sepanjang masa, Cassius Clay atau Muhammad Ali.

"Jika dia sedikit saja mendekati kepopuleran Ali, tentunya dia akan berani mengantar anaknya sendiri ke sekolah.  Dia sendiri takut mengantar anak ke sekolah tapi menyebut dirinya lebih besar dari Ali? Kebesaran jiwa itu bukanlah didapat dengan melindungi dan menjaga diri dengan bodyguard," lanjutnya. 

Tyson juga menyindir keras Mayweather dengan mengatakan karakter seorang pesohor sejati itu adalah saat ia diterima oleh semua kalangan dengan baik.


"Menjadi besar atau kebesaran nama itu  adalah saat kau diterima dengan baik oleh orang-orang. Ia tidak berani mengantar anaknya sendiri ke sekolah. Dia seorang penakut. Saya tidak mau mendengar lagi ada yang bilang dia lebih besar daripada Muhammad Ali."




Innalillahi, Pelawak Pepeng Meninggal Dunia


SPEKTANEWS (Jakarta) Telah berpulang  ke rahmatullah, komedian lawas Indonesia, Ferrasta Soebardi atau dikenal Pepeng Jari-jari di Rumah Sakit Puri Cinere, Depok, Jawa Barat, Rabu pagi (6/5) sekitar pukul 10:02.

Menurut salah satu sahabat almarhum, Bens Leo, Pepeng wafat sekira pukul 10.00 WIB akibat sakit sakit sesak nafas yang dideritanya. Bens juga yang berada di samping almarhum saat komedian yang populer di tahun 90-an itu menghembuskan nafas terakhir.

"Beliau meninggal setelah mengaku dadanya sakit. Almarhum meninggal pukul 10:02 pagi ini," kata Bens, Rabu (6/5).


Sebelumnya almarhum dibawa ke rumah sakit sekira pukul 00.00 dini hari, Rabu (6/5), karena mengeluh sakit pada dadanya. Saat ini almarhum telah dibawa kembali ke rumah duka di Perumahan Bumi Pusaka Cinere Depok.




Tuesday, May 05, 2015

Aceh Utara Sahkan Qanun Pemisahan Siswa Pria Wanita Dalam Kelas


SPEKTANEWS (Aceh) Untuk mengurangi maksiat DPRK (Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten) Aceh Utara memberlakukan sejumlah peraturan (Qanun) baru yang berkaitan dengan syariat ikhtilath (campur baur pria dan wanita).

Sejumlah peraturan baru yang telah disahkan pada 30 April 2015 lalu tersebut adalah pelarangan para siswa yang berlawanan jenis bercampur dalam satu kelas. Qanun ini diberlakukan bagi seluruh siswa dan siswi mulai tingkat SMP (Sekolah Menengah Pertama) hingga Akademi dan Universitas.

Selain memberlakukan qanun larangan ikhtilath di dalam kelas, DPRK juga memberlakukan qanun lain, seperti larangan pria wanita non muhrim berboncengan di motor, larangan berduaan dalam mobil, serta peraturan bagi lokasi hiburan dan wisata untuk memisahkan pengunjung pria dan wanita.

DPRK juga memberlakukan wajib mengaji bagi remaja seusai maghrib. Sementara bagi orang dewasa juga diharuskan untuk mengikuti sejumlah aktivitas reliji di majelis ta’lim dan di sejumlah tempat untuk menuntut ilmu agama.

Ketua Badan Legislasi DPRK Aceh Utara, Fauzan Hamzah, mengatakan, bahwa qanun tentang Ketertiban dan Kemaslahatan Umat ini bertujuan untuk mengurangi angka maksiat di wilayah Aceh Utara. Qanun tersebut juga mendapat dukungan penuh dari seluruh komisi dan fraksi di DPRK.


"Ini inisiatif kita, tujuannya untuk mengurangi maksiat di Aceh Utara," kata Fauzan di Banda Aceh, Selasa (5/5). 



Monday, May 04, 2015

Hiiyy, Karyawati Ini Dapati Buntut Tikus Di Kuah Bakso



SPEKTANEWS (Bandung) Peringatan bagi para penikmat kuliner, agar tidak mudah jajan di sembarang tempat, atau secara tidak sadar akan menyantap bakso daging tikus. Peristiwa ini benar-benar dialami Imas Dyanti, 20. Karyawati yang sedianya akan menyantap bakso yang baru saja dibelinya terkejut bukan kepalang saat mendapati ekor tikus di dalam kuah bakso yang nyaris saja ia makan.

Peristiwa ini terjadi pada 28 April 2015 lalu. Imas saat itu membeli bakso di kawasan Jalan Cijerah, Bandung Jawa Barat tak jauh dari PT Kahatex Textile. Karena berniat memakannya di rumah, bakso pun dibungkus dan dibawa pulang Imas dan memberikan bakso tersebut pada ibunya. Namun ketika bungkus bakso dibuka ke dalam mangkuk, ibu Imas terkejut mendapati ada ekor tikus di dalam bakso yang ia tuang dari plastik.

Kesal dengan apa yang ditemukan di dalam bakso, ayah Imas pun langsung mendatangi penjual bakso dengan membawa barang bukti. Tapi saat diberitahukan tentang ekor tikus yang ditemukan dalam bakso yang dijualnya, penjual bakso itu tidak mengakui perbuatannya, bahkan tanpa rasa bersalah sama sekali ia menawarkan akan mengganti bakso tadi dengan bakso yang baru.

“Ya sudah pak, mau diganti sama yang baru,” tulis Imas geram menirukan perkataan penjual bakso.

Begitu geramnya dengan apa yang dilakukan penjual bakso, keesokan harinya Imas menuliskan status pengalaman buruk yang  dialaminya tersebut di laman facebooknya. Status Imas pun mendapat respon komentar dari ribuan netizen. Bahkan ada netizen mengaku juga mengalami hal serupa beberapa hari sebelumnya.

Imas menggambarkan jika dirinya tidak sembarangan untuk membeli jajanan, karena ia mengatakan bahwa penjual bakso itu berlokasi di sebuah ruko, bukan penjual bakso gerobak dorong. Namun meski demikian bukan berarti penjual kuliner di ruko terjamin dari tindakan kriminal. Sejumlah kasus bakso serupa bahkan daging babi telah beberapa kali terjadi.


Setelah kerugian yang dialaminya, sejauh ini Imas belum menindaklanjuti temuan ekor tikus dalam bakso itu ke pihak polisi.




 
Copyright © 2013-2015 SpektaNews, All Right Reserved
Tentang Kami | Redaksi | Sitemap | Disclaimer | Home